Bukan Puisi

PAMPAT

Alam berpikir tepat berada di pesisir.
Tak urung bergegas menyelami dalam dan luas lautan, hanya basah terhempas ombak yang bergantian menepi.

Logika serasa asin dipermukaan, kosong dan sepi, tak ada isi, tak sempat terhiasi.

Pampat. Ingin menari dan melukis di atas air laut yang tenang, membaca setiap gerak antrian ombak, dan menyapa senja yang tenggelam.

Jayen Muhammad
10 Mei 2018

DENDAM

Tak nampak jejak yang pernah di injak, teriakan berlalu tersapu angin.
Ia tak lagi ingat demokrasi, mengubah setiap langkah menjadi rekreasi.

Tak lagi ingat jerit rapalan do'a tentang bangsa.
Dendam. Mengutuk diri mengunyah sepi.

Jayen Muhammad
Mei 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerja Mereka Untuk Siapa?

Politik Warung Kopi

Mendidik, Memberikan Tauladan yang Baik